Siapa Kita?
Jujur lidah berbicara, hanya dongeng yang bersuara.
Gembira manusia menari, ditipu oleh ilusi mata.
Percaya kepada perbuatan, hanya lidah memaki.
Kalut akal menyusun kata, belit lidah terbelah dua.
Kalau asyik diulit mimpi, bila dicubit tersedar bangun dari syurga.
Lupa kaki melangkah kealam neraka, kita lupa.
Menyusur dunia dengan jongket-kan kaki kecil.
Parit dilangkah badan dihenjut.
Tubuh tersadung hanya impian.
Kita...
Masih terhenti dengan kata-kata akal.
Kita...
Masih berbisik dengan naluri jiwa.
Kita...
Masih gugup meredah dunia.
Siapa kita?
Hanya manusia hina.
Mencari cebisan hidup yang entah bila hendak disambungkan.
Siapa kita?
Hanya manusia hina.
Berbakti kepada Penciptanya.
Siapa kita?
Hanya manusia yang ligat berkata-kata dengan akal yang kosong.
Punya fakta, masih kosong.
Kerana...
Akal kita masih kecil berbanding dunia.
Kita.
Hanya bintang yanng bertaburan diangkasa.
Kita.
Hanya manusia.
Gembira manusia menari, ditipu oleh ilusi mata.
Percaya kepada perbuatan, hanya lidah memaki.
Kalut akal menyusun kata, belit lidah terbelah dua.
Kalau asyik diulit mimpi, bila dicubit tersedar bangun dari syurga.
Lupa kaki melangkah kealam neraka, kita lupa.
Menyusur dunia dengan jongket-kan kaki kecil.
Parit dilangkah badan dihenjut.
Tubuh tersadung hanya impian.
Kita...
Masih terhenti dengan kata-kata akal.
Kita...
Masih berbisik dengan naluri jiwa.
Kita...
Masih gugup meredah dunia.
Siapa kita?
Hanya manusia hina.
Mencari cebisan hidup yang entah bila hendak disambungkan.
Siapa kita?
Hanya manusia hina.
Berbakti kepada Penciptanya.
Siapa kita?
Hanya manusia yang ligat berkata-kata dengan akal yang kosong.
Punya fakta, masih kosong.
Kerana...
Akal kita masih kecil berbanding dunia.
Kita.
Hanya bintang yanng bertaburan diangkasa.
Kita.
Hanya manusia.
Langgan:
Catatan (Atom)
Popular Posts
-
Pagi... Terang... Hijau... Kicauan burung... Kucing bertenggek... Lari kehadapan... Termenung dihadapan pintu kaca... Itu keh...
-
Al-kisah, Manusia ini tebal lumrahnya, tetapi nipis matanya. Sehingga zarah-zarah kecil menjadi propaganda sebesar cerucuk KLCC yang meni...
-
Keberantakan... Seorang manusia yang hilang tempat bergantung, tidak punya siapa yang boleh memandu kehidupannya. Hatinya gundah-gulana...
-
Tengah hari... Ia datang ibarat ribut, menghempas setiap urat saraf kepala ini, mual perut, bingit kepala ibarat bumi terbelah! Oh! I...
-
Ia bukan satu perkara yang mudah, walaupun ia hanya sebaris kata. Kehilangan itu satu impak yang terlalu besar dalam kehidupan manusia (s...
-
Apa itu ketenangan? Apa itu kedamaian? Apa itu cinta? Apa itu kegembiraan? Apa itu kekal? Apa itu sementara? Apa itu gelap? A...
-
Satu detik, Ia berubah... dari gelap menjadi indah.. Ia sempurna... dari cacat menjadi lengkap.. Ia terang... dari gelap t...
-
Mengorak langkah seorang manusia normal, telapak kaki dipusingkan cuba untuk jalan terbalik. Tiada manusia yang berjaya, kerana perjalana...
-
Semenjak dua menjak ini, aku selalu dilanggarkan dengan kedaifan manusia. Kadangkala aku terpaku, ibarat aku menyelam dalam dunia lampau....
-
Maaf itu... Satu perbuatan yang tidak selalu sealiran dengan percakapan. Maaf itu... Tidak seindah kekabutan jiwa yang bergelumang dengan do...
Labels
aspirasi
(1)
bangsa
(1)
cina
(1)
india
(1)
jerebu
(1)
Kau manusiakah?
(1)
kehidupan
(1)
malaikat maut
(1)
manusia celaka
(1)
Marlia
(66)
mati
(1)
melayu
(1)
MLM
(1)
paksi mati
(1)
prayformh370 mh370
(1)
racist
(1)
rasis
(1)